“Bahasa Melayu di Singkawang merupakan bahasa asli yang diturunkan oleh masyarakat setempat, namun saat ini telah mengalami kemunduran,” jelasnya.
Menurut Uniawati, indikator kemunduran tersebut terlihat dari pola komunikasi di lingkungan keluarga.
Baca Juga: Pemuda Keturunan Sambas Terbitkan Tiga Buku Cerita Rakyat dalam Bahasa Melayu Sambas
Saat ini, proses pewarisan bahasa daerah dari orang tua ke anak mulai berkurang karena lebih sering menggunakan bahasa Indonesia dalam interaksi sehari-hari.
“Ini menjadi salah satu penanda bahwa bahasa daerah telah mengalami kemunduran,” ungkap Uniawati.
Program Revitalisasi Bahasa Melayu Singkawang ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahapan.
Dimulai dari rapat koordinasi dan pembangunan komitmen bersama, hingga pelaksanaan Diskusi Kelompok Terarah (FGD) untuk menyusun materi ajar bagi peserta didik.
Selain itu, Balai Bahasa akan menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para guru SD dan SMP.
Para guru ini dipersiapkan sebagai pengajar utama yang akan mengimplementasikan materi bahasa daerah di sekolah masing-masing secara berkelanjutan.
(*Red)
















