Pemkot Singkawang dan Balai Bahasa Kalbar Mulai Revitalisasi Bahasa Melayu di Sekolah

Ilustrasi - Pemkot Singkawang bekerja sama dengan Balai Bahasa Kalbar menggelar program revitalisasi bahasa Melayu di tingkat SD dan SMP untuk menjaga kelestarian budaya.
Ilustrasi - Pemkot Singkawang bekerja sama dengan Balai Bahasa Kalbar menggelar program revitalisasi bahasa Melayu di tingkat SD dan SMP untuk menjaga kelestarian budaya. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, SINGKAWANG – Pemerintah Kota Singkawang bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat resmi memulai program revitalisasi bahasa daerah.

Fokus utama program ini adalah memperkuat penggunaan bahasa Melayu melalui jalur pendidikan formal, khususnya bagi siswa tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Baca Juga: Festival Tunas Bahasa Ibu 2025 Dorong Pelestarian Bahasa Melayu Pontianak

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk menjaga kelestarian identitas budaya lokal.

Muhammadin, mewakili Pemkot Singkawang, menyampaikan apresiasinya kepada Balai Bahasa Kalbar yang telah menjadikan Singkawang sebagai bagian dari agenda pelestarian bahasa daerah nasional.

“Bahasa Melayu merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Singkawang, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan,” kata Muhammadin saat menerima kunjungan Balai Bahasa Kalbar, Selasa (27/1/2026).

Ia menekankan bahwa program Revitalisasi Bahasa Melayu Singkawang tidak hanya bertujuan pada penguatan komunikasi, tetapi juga untuk menelusuri asal-usul bahasa.

Hal ini dianggap penting untuk menjaga nilai-nilai budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat Singkawang.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat, Uniawati, mengungkapkan bahwa kebijakan ini diambil sebagai respons atas menurunnya penggunaan bahasa Melayu di masyarakat.