“Capaian ini terbentuk dari meningkatnya usia harapan hidup yang mencapai 75,96 tahun, harapan lama sekolah 15,07 tahun, rata-rata lama sekolah 10,48 tahun, serta pengeluaran per kapita yang disesuaikan sebesar Rp16,7 juta per tahun,” jelas Edi.
Selain itu, angka kemiskinan juga berhasil ditekan hingga tersisa 4 persen saja, jauh lebih rendah dari angka kemiskinan provinsi (6,16 persen) dan nasional (8,47 persen). Inflasi pun terkendali di angka 1,5 persen.
Fokus Ekonomi Inklusif 2027
Tingginya angka pengangguran di tengah kualitas manusia yang baik inilah yang mendasari arah kebijakan pembangunan tahun 2027.
Edi menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan tidak boleh hanya mengejar angka pertumbuhan semata, tetapi harus berkualitas dan mampu menyerap tenaga kerja.
Pemkot Pontianak merancang strategi agar kue pembangunan dapat membuka peluang kerja lebih luas guna mengurangi kesenjangan.
Baca Juga: Bukan Cuma Ibu-Ibu, BKMT Pontianak Rangkul Jemaah Pria
Edi berharap forum konsultasi publik ini menghasilkan rumusan konkret untuk menjawab tantangan tersebut.
“Mudah-mudahan melalui forum konsultasi publik ini kita mendapatkan rumusan strategi pembangunan yang tepat. Setidaknya RKPD 2027 dapat terus meningkatkan pelayanan publik, daya saing kota, dan mencapai bahkan melampaui target-target pembangunan yang telah ditetapkan,” katanya.
(*Sr)
















