Faktakalbar.id, INTERNATIONAL – Pemerintah Inggris secara resmi memperkenalkan kurikulum khusus di sekolah-sekolah yang mewajibkan anak laki-laki untuk mempelajari cara memperlakukan wanita dan anak perempuan dengan rasa hormat.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah revolusioner untuk memutus rantai kekerasan terhadap perempuan sejak usia dini.
Langkah tersebut merupakan respons pemerintah terhadap meningkatnya perilaku misoginis dan sikap merendahkan perempuan di kalangan remaja, yang sering kali dipicu oleh pengaruh konten negatif di media sosial.
Fokus utama dari pelajaran baru ini mencakup pembangunan hubungan yang sehat, pemahaman mengenai konsep persetujuan (consent), serta identifikasi perilaku membahayakan sebelum menjadi kebiasaan hingga dewasa.
Baca Juga: Trump Buru Pajak Remitansi, Pekerja Migran Terpaksa Tinggalkan Uang Tunai demi Hindari Potongan 1%
Guru-guru di Inggris dilatih untuk membimbing siswa pria agar memahami bahwa maskulinitas tidak seharusnya dibangun di atas penindasan atau sikap tidak hormat terhadap lawan jenis. Hal ini dianggap sebagai tindakan preventif yang lebih efektif dibandingkan pemberian hukuman setelah terjadi tindak pidana.
Kebijakan ini memicu diskusi luas di jagat maya dengan ratusan tanggapan dari netizen. Sebagian besar menyambut positif dan membandingkannya dengan upaya serupa di negara lain dalam menekan budaya patriarki.
















