Faktakalbar.id, NASIONAL – Otoritas pasar modal Indonesia mengalami guncangan hebat. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, mengumumkan pengunduran dirinya secara mendadak pada Jumat (30/1/2026).
Ia mengambil keputusan ini sebagai respons langsung atas kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Iman Rachman menyampaikan pernyataan resminya di hadapan awak media di Gedung BEI pagi ini. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk pertanggungjawaban moral seorang pemimpin atas dinamika pasar yang sangat ekstrem.
Baca Juga: Hubungan Diplomatik Memanas, Beijing Keluarkan Larangan Perjalanan ke Jepang Jelang Imlek
“Sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan ini. Saya berharap ini adalah yang terbaik bagi pasar modal Indonesia, dan semoga ke depan pasar kita bisa menjadi lebih baik,” ujar Iman Rachman.
Penyebab Kejatuhan Pasar
Pelaku pasar mencatat aksi jual besar-besaran yang menghapus kapitalisasi pasar hingga US$84 miliar atau sekitar Rp1.300 triliun. Pemicu utamanya adalah keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan status pasar Indonesia.
MSCI menyoroti masalah transparansi kepemilikan saham dan mengancam akan menurunkan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market jika tidak ada perbaikan hingga Mei 2026.
Analis Direktur Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, turut memberikan tanggapannya mengenai keputusan mengejutkan ini. Ia menilai langkah Iman Rachman menunjukkan sikap ksatria dalam menghadapi tekanan.
















