Faktakalbar.id, OPINI – Chiki Fawzi sebenarnya sudah move on. Namun, dalam suasana sudah tenang, eh, Wamen Haji dan Umrah, Dahnil Simanjuntak sepertinya ingin merawat isu pencopotan petugas haji tetap viral.
Lewat akun X-nya Dahnil melontar ungkapan “Nebeng Haji” tentu membuat netizen bertanya-tanya, siapa sih? Mari kita ungkap sambil seruput Koptagul, wak!
Panggung haji 2025–2026 ini, bukan cuma penuh koper dan kain ihram, tapi juga penuh plot twist. Istilah paling viral, “nebeng haji.” Kedengarannya ringan, seperti numpang motor ke warung.
Baca Juga: MBG Lebih Mendesak, Lapangan Kerja Nanti Dulu Ya!
Tapi ketika keluar dari mulut Dahnil Anzar Simanjuntak. Kata itu berubah jadi peluru wacana. Netizen langsung pasang mode curiga maksimal. Setiap nama yang batal berangkat atau dicoret dari daftar petugas, langsung ditanya, ini nebeng atau tidak?
Lalu muncullah nama Chiki Fawzi. Sempat diumumkan sebagai calon petugas haji 2026, lalu batal berangkat. Internet yang hobinya menyambung titik langsung bikin garis lurus sendiri.
Seolah-olah setiap pembatalan otomatis masuk kategori “nebeng.” Padahal, kalau disinkronkan dengan pernyataan resmi, ceritanya tidak sesederhana gorengan tiga ribu dapat empat.
Dahnil memang melontarkan istilah “nebeng haji” sebagai peringatan umum, bukan tuduhan personal. Pesannya jelas. Jangan jadikan status petugas sebagai jalan pintas berhaji dengan fasilitas negara.
Itu imbauan sapu jagat, bukan tembakan sniper ke satu nama. Jadi, tidak ada pernyataan resmi yang menyebut Chiki Fawzi secara spesifik dituduh nebeng oleh Dahnil. Yang ada, penertiban besar-besaran jalur petugas.
Faktanya, menjelang musim haji 2026, ada 13 calon petugas dicoret karena berbagai alasan. Ada karena indisipliner, masalah administrasi, hingga kesehatan. Nama Chiki termasuk yang batal berangkat dalam proses seleksi itu.
Garis besarnya, gugur syarat, bukan diumumkan sebagai pelaku nebeng. Tapi karena suasana sedang panas oleh isu jalur belakang, publik terlanjur menggoreng dengan api besar.
















