“Makanya saya minta bersabar dulu masyarakat, karena kita masih fokus yang jalan porosnya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Sujiwo menegaskan bahwa Musrenbang tidak semata membahas pembangunan fisik, tetapi mencakup seluruh sektor pembangunan daerah, mulai dari ekonomi kerakyatan, pelayanan sosial dasar, hingga peningkatan daya saing.
“Musrenbang ini bukan hanya bicara tentang infrastruktur, tapi semua sektor. Hanya memang infrastruktur ini yang mandatory spending-nya paling besar,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah pusat mengamanatkan alokasi anggaran infrastruktur minimal 40 persen dari APBD.
Hal tersebut sejalan dengan aspirasi masyarakat Kubu Raya berdasarkan hasil survei pemerintah daerah.
Baca Juga: Naik Dango ke-41 di Kubu Raya Didorong Jadi Magnet Pariwisata Budaya Kalimantan Barat
“Linier juga dengan hasil survei kami, sebesar 53 persen masyarakat Kabupaten Kubu Raya menginginkan persoalan infrastruktur segera dituntaskan,” ungkap Sujiwo.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang semakin solid dan arah pembangunan yang kian terukur, Musrenbang diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan yang merata, berdaya saing, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Kubu Raya.
(FR)
















