Mereka biasanya memiliki kemampuan alami untuk membangun rapport (hubungan) dengan orang baru dalam waktu singkat.
5. Berikan Tugas yang Bervariatif
Ekstrovert cenderung cepat bosan dengan tugas rutin yang monoton di depan komputer selama berjam-jam.
Cobalah untuk memvariasikan tugas mereka antara pekerjaan administratif dan kegiatan luar ruangan agar kreativitas mereka tidak tumpul.
6. Sediakan Ruang untuk Bersosialisasi
Jangan memaksakan suasana kantor yang sunyi total sepanjang hari.
Berikan waktu istirahat yang cukup untuk mereka mengobrol.
Bagi ekstrovert, obrolan singkat di kantin bukan sekadar buang waktu, melainkan cara mereka melakukan recharging energi sebelum kembali fokus bekerja.
7. Bantu Mereka Menentukan Skala Prioritas
Karena antusiasmenya yang tinggi, ekstrovert sering kali ingin mengerjakan banyak hal sekaligus.
Anda bisa membantu mereka dengan mengingatkan kembali target utama atau deadline terdekat agar energi besar mereka tidak terpecah ke hal-hal yang kurang mendesak.
8. Waspadai Tanda Burnout Mereka
Ingat, si ekstrovert yang selalu ceria juga bisa tumbang.
Jika mereka tiba-tiba menjadi pendiam atau mulai menarik diri dari pergaulan kantor, itu adalah tanda peringatan.
Berikan mereka waktu untuk istirahat total tanpa tuntutan sosial apa pun.
Membangun kerja sama yang harmonis dengan rekan kerja extrovert adalah soal memberikan ruang bagi energi mereka untuk mengalir.
Saat mereka merasa didengar dan diapresiasi, mereka akan menjadi motor penggerak yang membawa tim mencapai target dengan lebih menyenangkan.
Baca Juga: Kata Siapa Extrovert Gak Bisa Slow Living? Ini Cara Menikmati Hidup Tanpa Kehilangan Jati Diri
(Mira)
















