“Banyak kali lembaganya, apa tidak terlalu pemborosan dalam pengeluaran anggaran? Apa tidak digaji? Badan ini, badan itu, buang sana sini, dan orangnya itu-itu saja,” tulisnya.
Kritik lebih tajam dilontarkan oleh akun Oesni Usni, yang membandingkan kondisi anggaran di pusat dengan pemangkasan anggaran di daerah.
Baca Juga: Respons Bahlil Soal Isu Tambang Ilegal Jadi Biang Kerok Banjir Bandang Sumatera
Ia menyayangkan adanya pemangkasan dana desa dan APBD demi efisiensi, sementara struktur kabinet dan lembaga di pusat justru semakin membesar.
“Kabinet Kementerian di Pusat makin gemuk, lembaga ditambah otomatis perlu anggaran yang besar. Uang hanya berputar di kalangan kelompok elit politik penguasa dan pengusaha pusat saja. Daerah sebagai penghasil dan penyumbang pendapatan anggaran negara jadi kering sehingga roda ekonomi melambat,” keluhnya.
Susunan Anggota yang Dilantik
Terlepas dari pro dan kontra di dunia maya, prosesi pelantikan tetap berjalan khidmat. Presiden Prabowo mengambil sumpah jabatan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Harian DEN.
Selain Bahlil, tujuh menteri lainnya turut dilantik sebagai anggota DEN dari unsur pemerintah, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Sementara itu, dari unsur pemangku kepentingan, nama-nama yang dilantik meliputi Johni Jonatan Numberi, Mohammad Fadhil Hasan, Satya Widya Yudha, Sripeni Inten Cahyani, Unggul Priyanto, Saleh Abdurrahman, Muhammad Kholid Syeirazi, dan Surono.
Acara diakhiri dengan penandatanganan berita acara serta pemberian ucapan selamat yang diawali oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
(FR)
















