“Kekeringan tersebut berdampak pada 149 KK. Sebagai langkah respons cepat, BPBD Kabupaten Bondowoso bersama pemerintah daerah setempat telah melakukan pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak,” tulis laporan resmi BNPB.
Pihak berwenang mengimbau agar warga di kawasan terdampak dapat menggunakan cadangan air secara bijak.
Meskipun sebagian wilayah Jawa Timur lainnya mengalami curah hujan tinggi yang memicu banjir, perbedaan kondisi geografis dan curah hujan lokal membuat Kecamatan Botolinggo justru mengalami krisis air.
Baca Juga: Ironi Bencana di Padang Lawas: 2 Hektare Kebun Coklat Terbakar, 615 KK Terdampak Kekeringan
Selain menangani dampak kekeringan di Kabupaten Bondowoso, BNPB juga mengingatkan masyarakat luas untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih belum stabil.
“Masyarakat diharapkan menyiapkan tas siaga bencana sebagai langkah kesiapsiagaan dan senantiasa memantau informasi resmi dari sumber terpercaya seperti BNPB, BPBD, dan BMKG,” lanjut imbauan tersebut.
Hingga saat ini, pemantauan terhadap ketersediaan air bersih dan kondisi lahan pertanian di Desa Klekean terus dilakukan oleh petugas di lapangan guna menentukan langkah mitigasi selanjutnya jika musim kemarau berlanjut.
(Natash)
















