“Oleh karena itu, kami menyambut baik Program Revitalisasi Bahasa Daerah ini sebagai langkah strategis dalam melestarikan bahasa ibu, sekaligus mendorong agar ke depan dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum muatan lokal,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sebagai kota tertoleran yang plural, Kota Singkawang memiliki komitmen kuat untuk menjaga dan merawat seluruh bentuk keberagaman budaya, suku, dan bahasa.
Hal ini dianggap sebagai nilai penting yang tak terpisahkan dalam kehidupan bermasyarakat di Singkawang.
(FR)
















