Bukan karena ingin lari dari tanggung jawab, tetapi rindu pada masa di mana hidup terasa lebih ringan, naif, dan bebas.
Banyak perempuan merasa kehilangan jati diri (loss of self) karena terlalu sibuk memenuhi kebutuhan orang lain, sehingga lupa siapa mereka sebenarnya di luar peran-peran sosial tersebut.
3. Menerima Ketidaksempurnaan Diri
Bagian paling kuat dari lagu ini adalah penerimaan bahwa perempuan itu kompleks.
“She is broken but she’s fun.” Perempuan tidak harus selalu rapi, teratur, dan kuat.
Lagu ini mengingatkan bahwa boleh saja menjadi “berantakan” (messy), boleh merasa hancur, dan boleh merasa tidak cukup.
Justru di dalam ketidaksempurnaan itulah letak kekuatan seorang perempuan yang sesungguhnya.
4. Validasi Bahwa Kamu Berharga
Lagu ini ditutup dengan kesadaran bahwa meski perempuan tersebut telah berubah dan ditempa oleh kerasnya kehidupan, dia tetaplah sosok yang berharga.
Bagi kamu yang selalu merasa harus menjadi penopang bagi orang lain, lagu ini adalah pelukan hangat yang mengatakan: tidak apa-apa untuk melepaskan beban itu sejenak.
Kamu tetap hebat, dengan atau tanpa topeng “kuat” itu.
Baca Juga: 4 Hal yang Bisa Dilakukan Saat Kesepian Menyerang, Selain Main Medsos
(Mira)















