Opini  

Selamat Bekerja Dan Sukses Koni, Hati Hati Dengan Pilihan Kabinet Gemuk

Foto profil Mei Purwowidodo mengenakan topi hitam dan kacamata, penulis opini Musorkot KONI Pontianak. (Dok. Ist)
Mei Purwowidodo. (Dok: HO/Faktakalbar.id)

Dengan terkesan gemuk,ada kemungkinan akan terjadi kondisi seperti ini. Pertama,dalam banyak pengalaman organisasi, kabinet yang terlalu gemuk kerap melahirkan keraguan kolektif: keputusan menunggu koordinasi, koordinasi menunggu arahan, dan pada akhirnya eksekusi menjadi tidak secepat yang dibutuhkan dunia olahraga prestasi.

Kedua,perbedaan latar belakang para pengurus juga menuntut kerja ekstra dalam menyamakan persepsi.

Tanpa kesatuan cara pandang, organisasi berisiko berjalan dengan kecepatan dan prioritas yang berbeda-beda.

Padahal, organisasi olahraga dituntut bergerak lincah, terintegrasi, dan disiplin dalam mengeksekusi setiap keputusan strategis.

Karena itu, keputusan membentuk kabinet besar idealnya diimbangi dengan sistem kerja yang tegas, pembagian fungsi yang jelas, serta mekanisme koordinasi yang efektif.

Peran para wakil ketua sebagai simpul kendali di masing-masing bidang menjadi sangat krusial agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan maupun stagnasi kebijakan.

Akhirnya, kita patut berharap dan mendoakan agar seluruh kepengurusan KONI Kalbar mampu bekerja sebagai satu mesin yang solid.

Jika kepemimpinan kuat, sistem berjalan rapi, dan setiap bidang memahami peran serta tanggung jawabnya, maka visi dan misi Ketua Umum bukan hanya akan tercapai, tetapi juga benar-benar mengangkat nama Kalimantan Barat melalui prestasi olahraga yang berkelanjutan.

Koni Kalbar harus tetap semangat,
Kalian pasti bisa membuktikan utk sukses.
Salam olah raga….Jaya!!

Baca Juga: Musorprov KONI Berakhir Manis: Daud Yordan Ajak Sultan Melvin Bergabung di Kepengurusan KONI

Oleh: Mei Purwowidodo

*Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan tidak mencerminkan posisi resmi atau kebijakan redaksi