
Gedung KRIS yang baru diresmikan ini menambah kapasitas rumah sakit sebanyak 123 tempat tidur.
Penambahan ini diharapkan dapat mengurai penumpukan pasien rawat inap yang selama ini menjadi kendala.
Selain itu, keberadaan Unit Layanan Stroke menjadi perhatian khusus mengingat tingginya prevalensi penyakit tidak menular di Kalimantan Barat.
Berdasarkan data tahun 2024, RSUD dr. Soedarso tercatat telah menangani lebih dari 1.600 pasien stroke.
Stroke, bersama penyakit jantung, diabetes, dan kanker, menjadi penyakit dengan risiko kematian tinggi yang membutuhkan penanganan spesifik dan cepat.
Baca Juga: Sejarah Baru di Kalbar, RSUD Soedarso Kini Bisa Operasi Tumor dan Prostat Tanpa Bedah Besar
Tak hanya menekankan pada pembangunan fisik, Ria Norsan juga berpesan kepada seluruh tenaga medis untuk mengedepankan pelayanan yang ramah dan humanis kepada pasien.
“Jika kita melayani masyarakat dengan S.M.A.R.T dan senyuman, itu sudah merupakan 50 persen dari obat. Keramahan akan memberikan ketenangan bagi pasien dalam proses pemulihan,” ungkapnya.
Ia berharap peningkatan fasilitas ini berbanding lurus dengan peningkatan kompetensi teknis dan etika pelayanan, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman saat berobat.
Menutup sambutannya, Ria Norsan menegaskan komitmen Pemprov Kalbar untuk terus membenahi infrastruktur kesehatan.
“Beberapa gedung lama akan direnovasi secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran daerah, agar seluruh fasilitas dapat berfungsi maksimal dalam melayani masyarakat Kalimantan Barat,” tutupnya.
(FR)
















