Pantau Sebaran Titik Api Karhutla Lewat Aplikasi Ponsel

Titik api (kuning) di wilayah Pontianak dan sekitarnya melalui SiPongi+ (Dok: HO/Faktakalbar.id)
Titik api (kuning) di wilayah Pontianak dan sekitarnya melalui SiPongi+ (Dok: HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Masyarakat sering kali baru menyadari keberadaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah melihat asap tebal membumbung tinggi. Padahal, deteksi dini sangat menentukan keberhasilan pemadaman. Keterlambatan mengetahui lokasi api membuat kebakaran meluas dan sulit terkendali.

Teknologi antariksa kini memungkinkan siapa saja memantau kondisi panas bumi secara realtime. Satelit canggih milik NASA dan lembaga antariksa lain terus memindai permukaan bumi untuk mendeteksi anomali suhu atau hotspot.

Anda dapat mengakses data canggih tersebut langsung dari genggaman. Berikut adalah cara teknis memantau titik api karhutla menggunakan aplikasi ponsel untuk meningkatkan kewaspadaan dini:

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Disertai Petir dan Ancaman Karhutla di Kalbar Pekan Ini

1. Unduh Aplikasi Resmi Pemerintah

Pemerintah Indonesia memiliki sistem pemantauan karhutla yang terintegrasi. Anda sebaiknya mengunduh aplikasi Sipongi+ yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) atau mengakses laman LAPAN Fire Hotspot milik BRIN.

Aplikasi ini menarik data langsung dari satelit penginderaan jauh seperti Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA20. Data ini jauh lebih valid daripada informasi yang beredar di media sosial karena berbasis pada sensor suhu aktual di lapangan.

2. Pahami Tingkat Kepercayaan Data

Saat membuka peta sebaran titik panas, Anda akan melihat banyak titik dengan warna berbeda. Anda wajib memahami konsep Confidence Level atau tingkat kepercayaan. Satelit mendeteksi suhu panas, namun tidak semua suhu panas adalah api kebakaran.

Perhatikan indikator persen pada setiap titik. Tingkat kepercayaan 0-29 persen (biasanya warna hijau/kuning) kemungkinan besar bukan api. Tingkat 30-79 persen (warna oranye) menandakan indikasi kuat adanya panas. Sedangkan tingkat 80-100 persen (warna merah) memastikan bahwa di lokasi tersebut hampir pasti terjadi kebakaran aktif. Prioritaskan pemantauan pada titik berwarna merah.