Ria Norsan menyadari target tersebut masih membutuhkan kerja keras, mengingat sisa waktu yang tersedia. Ia berharap dalam empat tahun mendatang angka 80 persen tersebut dapat terealisasi.
“Upaya kita juga sudah kita laksanakan di beberapa kabupaten kota yang sudah kita bangun. Namun belum lah mencapai target yang kita targetkan. Insyaallah dalam masih ada rentang waktu 4 tahun, setelah dengan 4 tahun ini mudah-mudahan bisa kita mencapai 80 persen itu,” tambahnya.
Prioritas Pembangunan: Kawasan Industri dan Tuan Rumah MTQ
Untuk mengejar target dan memaksimalkan anggaran tahun ini, Ria Norsan merinci prioritas pembangunan jalan yang difokuskan pada jalur-jalur bernilai ekonomi tinggi dan lokasi penyelenggaraan agenda daerah.
Ruas jalan Pesaguan-Kendawangan menjadi prioritas utama karena fungsinya sebagai jalur logistik industri ekstraktif.
“Tahun ini kita prioritaskan untuk pembangunan jalan dari Pesaguan-Kendawangan. Karena ruasnya sangat panjang 100 kilo lebih. Dan ini juga banyak pelaku-pelaku ekonomi di situ yang terjadi ya, misalnya bauksit, kemudian juga ada pasir silika dan lain sebagainya,” jelasnya.
Selain itu, akses menuju Kabupaten Kayong Utara juga dikebut pengerjaannya. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat provinsi pada bulan Agustus mendatang.
“Nah kemudian juga dari Teluk Batang ke Sukadana. Nah kemudian dari Ketapang ke Sukadana. Kenapa kita prioritaskan tahun ini? Karena bulan Agustus nanti ada event MTQ untuk tingkat provinsi di Kayong Utara. Sehingga kita prioritaskan untuk membangun jalan tersebut,” tutupnya.
Baca Juga: HUT ke-69 Pemprov Kalbar, Pemkot Pontianak Borong Dua Penghargaan Kearsipan dan Perpustakaan
















