Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak kembali membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Pada momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemkot Pontianak berhasil memborong dua penghargaan sekaligus di bidang perpustakaan dan kearsipan, Rabu (28/1/2026).
Baca Juga: Wako Edi: Angkutan Truk Adalah Urat Nadi Ekonomi Pontianak
Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pontianak, Amirullah.
Penyerahan dilakukan di sela-sela apel peringatan HUT ke-69 Pemprov Kalbar yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat.
Prestasi ini menjadi bukti nyata keberhasilan Pemkot Pontianak dalam mendukung program prioritas nasional serta memperkuat tata kelola arsip yang profesional dan akuntabel.
Penghargaan pertama diraih oleh Pemerintah Kota Pontianak sebagai Peringkat I dalam Penilaian Pengawasan Kearsipan Eksternal Kabupaten/Kota se-Kalimantan Barat Tahun 2025.
Berdasarkan penilaian yang dilakukan Pemerintah Provinsi pada November 2025, Pemkot Pontianak sukses meraih nilai 87,18 dengan kategori A (Memuaskan), yang merupakan skor tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Kalbar.
Baca Juga: Gedung Baru Memikat, Kunjungan Perpustakaan Pontianak Melonjak Dua Kali Lipat
Sementara itu, penghargaan kedua diberikan kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak yang menyabet predikat Terbaik III dalam implementasi Program Prioritas Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2025 di Provinsi Kalimantan Barat, dengan nilai capaian 67,25.
Sekda Kota Pontianak, Amirullah, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian ini.
Ia menegaskan bahwa prestasi tersebut adalah buah dari kerja kolektif seluruh perangkat daerah.
“Penghargaan ini adalah hasil dari komitmen dan kerja keras seluruh jajaran Pemerintah Kota Pontianak dalam membangun sistem perpustakaan dan kearsipan yang tertib, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujarnya.
Amirullah menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas SDM, pemanfaatan teknologi informasi, serta kepatuhan terhadap regulasi.
“Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi dan peningkatan kualitas layanan, agar perpustakaan dan kearsipan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pontianak, Rendrayani, menjelaskan bahwa capaian ini memotivasi pihaknya untuk terus menghadirkan layanan yang inklusif.
Melalui program TPBIS, perpustakaan didorong menjadi ruang pemberdayaan masyarakat, edukasi, dan ekonomi kreatif.
















