“Tujuannya agar masyarakat bisa terlibat langsung. Koperasi ini diharapkan menjadi wadah bermitra dengan UMKM, mengkoordinir hasil kebun, pertanian, dan laut, serta menjual berbagai kebutuhan masyarakat yang selama ini sulit didapat. Manfaatnya harus benar-benar dirasakan,” paparnya.
Menanggapi pencapaian secara keseluruhan, Sujiwo mengungkapkan bahwa dari target 123 desa di Kabupaten Kubu Raya, saat ini sekitar 36 koperasi telah dan akan segera beroperasi.
Ia mengakui adanya kendala teknis di lapangan, namun tetap optimis mencari solusi.
“Salah satu kendala utama adalah ketersediaan lahan, terutama di wilayah perkotaan. Pasca pemekaran, aset pemda kami sangat minim. Namun, kita tidak boleh menyerah. Kami akan berupaya semaksimal mungkin dengan memanfaatkan aset pemerintah pusat atau skema sharing untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” pungkasnya.
(FR)
















