Pasien Terdampak Asap di RSUD Kota Pontianak Terlihat Minim? Dokter Ungkap Fakta Sebenarnya

"Dokter RSUD Pontianak jelaskan bahaya asap bagi anak dan lansia. Meski berisiko, data pasien dampak asap di RSUD minim karena mayoritas berobat ke Puskesmas. "
Dokter RSUD Pontianak jelaskan bahaya asap bagi anak dan lansia. Meski berisiko, data pasien dampak asap di RSUD minim karena mayoritas berobat ke Puskesmas. (Dok. Ist)

Meski kabut asap terasa pekat, data pasien yang berobat langsung ke RSUD akibat dampak asap tercatat tidak terlalu melonjak signifikan.

Menurutnya, hal ini bukan berarti masyarakat tidak terdampak, melainkan karena alur penanganan kesehatan yang berjenjang.

“Ternyata di rumah sakit setelah kita cari datanya, akibat kabut asap tidak terlalu banyak, hanya beberapa saja. Karena memang terkait kabut asap ini penanganan pertamanya di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebagian besar masyarakat yang mengalami gejala ringan seperti iritasi mata atau pilek sederhana cenderung berobat ke Puskesmas terlebih dahulu, bukan langsung ke rumah sakit rujukan.

“Kalau sekadar iritasi mata, hanya sekedar pilek sederhana, pasti larinya ke Puskesmas atau FKTP. Jadi mungkin data yang paling banyak terdampak itu tercatat di FKTP,” jelasnya.

Menyikapi kondisi udara yang belum membaik, Nihayatus memberikan imbauan tegas kepada warga Kota Pontianak.

Ia meminta masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak.

“Imbauan kepada masyarakat terutama di Kota Pontianak, saat muncul kabut asap kurangi aktivitas di luar rumah. Jadi kalau tidak perlu, di dalam rumah saja. Tapi kalau harus keluar rumah, wajib gunakan alat pelindung diri yaitu masker,” pungkasnya.

Baca Juga: Terik dan Masih Berasap, BPBD Pontianak Terus ‘Rolling’ Pantau Sisa Karhutla di Ujung Paris 2

(Mira)