Indonesia Pernah Jadi Model Kesehatan Dunia

Ilustrasi - Indonesia pernah menjadi model kesehatan dunia pada era 1950-an. WHO mengadopsi metode dr. Raden Kodijat untuk memberantas frambusia secara global. (Dok. Ist)
Ilustrasi - Indonesia pernah menjadi model kesehatan dunia pada era 1950-an. WHO mengadopsi metode dr. Raden Kodijat untuk memberantas frambusia secara global. (Dok. Ist)

Ubah Strategi Pengobatan

Dr. Raden Kodijat mengambil langkah berani dengan mengubah pendekatan medis konvensional. Ia menyadari bahwa tenaga medis tidak bisa hanya menunggu pasien datang ke klinik untuk berobat. Strategi tersebut terbukti lambat dan menyisakan sumber penularan di tengah masyarakat.

Kodijat lantas menerapkan metode survei dan pengobatan massal secara sistematis. Petugas kesehatan mendatangi langsung permukiman warga dan memeriksa seluruh populasi tanpa terkecuali.

Mereka segera memberikan suntikan penisilin kepada warga yang terinfeksi maupun orang yang melakukan kontak erat. Langkah ini efektif memutus rantai penularan langsung dari akarnya.

Metode agresif dan sistematis ini membuahkan hasil nyata yang diakui secara akademis dan global. Sejarawan Vivek Neekalantan dalam bukunya Memelihara Jiwa Raga Bangsa mencatat keberhasilan drastis metode ini.

“Persentasi kejadian frambusia keseluruhan pada akhir periode lima tahun menurun dari 20% pada tahun 1951, menjadi 1% pada tahun 1956 sebagai akibat dari peningkatan deteksi kasus, pengobatan dugaan pasien frambusia, survei ulang untuk menentukan kasus kambuhan,” ungkap Vivek.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF menilai pencapaian ini sebagai prestasi luar biasa. WHO kemudian mengadopsi protokol kesehatan ciptaan Indonesia tersebut sebagai standar global.

Negara-negara lain seperti Thailand, Malaysia, Haiti, Jamaika, dan Nigeria turut menerapkan sistem ini untuk menyelamatkan warga mereka dari wabah serupa.

Relevansi Masa Kini

Warisan semangat dr. Raden Kodijat ini terus relevan hingga sekarang, terutama saat pemerintah berupaya menuntaskan status bebas frambusia di seluruh kabupaten/kota. Kementerian Kesehatan RI terus memacu daerah untuk melakukan surveilans ketat guna memastikan tidak ada lagi kasus baru yang muncul, sejalan dengan target global eradikasi penyakit tropis terabaikan.

Baca Juga: Cara Mengecek Kesehatan Baterai Smartphone: Kenali Tanda Harus Ganti Agar Tidak Boros!

Sejarah ini membuktikan bahwa Indonesia memiliki kapasitas untuk menciptakan solusi kesehatan yang berdampak global. Inovasi yang lahir dari pemahaman mendalam terhadap kondisi lokal mampu menyelesaikan masalah yang bahkan negara maju pun belum tentu memahaminya.

(*Sr)