Terkait data kunjungan pasien akibat dampak asap, dr. Nihayatus menyebutkan bahwa di RSUD SSMA belum terlihat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang signifikan.
Hal ini dikarenakan pasien dengan gejala awal umumnya berobat ke fasilitas kesehatan tingkat pertama.
“Data yang masuk di RSUD SSMA belum menunjukkan lonjakan pasien ISPA akibat kabut asap. Kemungkinan besar pasien dengan keluhan ringan seperti iritasi mata, batuk, dan pilek lebih banyak ditangani di FKTP atau puskesmas sebagai layanan kesehatan pertama,” paparnya.
Menutup penyuluhannya, ia memberikan saran praktis bagi warga Kota Pontianak dalam menghadapi situasi udara yang kurang sehat.
“Apabila tidak ada keperluan yang sangat penting, sebaiknya beraktivitas di dalam rumah. Namun jika terpaksa harus keluar rumah, gunakan alat pelindung diri seperti masker untuk mengurangi risiko paparan asap,” pungkasnya.
Baca Juga: Pasien Terdampak Asap di RSUD Kota Pontianak Terlihat Minim? Dokter Ungkap Fakta Sebenarnya
(Mira)
















