Sementara pengumuman resmi ke publik baru dilakukan pada pukul 17.50 WIB.
Hal ini mengindikasikan bahwa penguatan rupiah terjadi sepanjang hari perdagangan, mendahului pengumuman resmi hasil seleksi.
Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Sorotan
Dalam uji kelayakan tersebut, Thomas Djiwandono menonjolkan strategi sinergitas antara kebijakan fiskal dan moneter.
Poin ini menjadi pertimbangan utama fraksi-fraksi di Komisi XI untuk memberikan “lampu hijau”.
Misbakhun menilai, kemampuan Thomas menjembatani dua sektor vital ekonomi ini dianggap krusial di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Isu yang disajikan sangat penting, yakni sinergitas antara fiskal dan moneter,” tambah Misbakhun, yang meyakini figur Thomas dapat memperkuat soliditas kelembagaan bank sentral.
Dengan persetujuan ini, Thomas Djiwandono dipastikan akan menempati posisi strategis di Thamrin, membawa latar belakang fiskal yang kuat ke dalam otoritas moneter.
Baca Juga: Isu Independensi BI ‘Teradai’, Rupiah Terjun Bebas Nyaris Tembus Rp 17.000/USD
(Mira)
















