Hendrawan menjelaskan, tantangan terbesar tim di lapangan saat ini adalah faktor cuaca di siang hari. Hembusan angin kencang dikhawatirkan dapat meniup bara api yang masih tersembunyi di lahan gambut, sehingga memicu kebakaran baru.
“Yang sangat kita khawatirkan itu pada setelah siang hari seperti ini, angin mulai kencang. Nah itu yang kita sangat khawatirkan,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD Kota Pontianak menerapkan strategi patroli berlapis.
Selain pemantauan darat, petugas juga memanfaatkan teknologi drone untuk memantau titik panas dari udara.
Patroli Keliling (Rolling) Tiga Armada Motor
Wilayah pengawasan tim BPBD saat ini mencakup beberapa titik rawan di Pontianak Selatan dan Tenggara, mulai dari Jalan Purnama, Sepakat, Perdana, hingga Parit Haji Husin (Paris).
“Kami membagi tim di lokasi, ada di Purnama, Sepakat, dan Perdana. Kami ini keliling terus (rolling), sampai di Paris, mutar lagi, sampai kembali ke sini,” jelasnya.
Selain menyiagakan mobil tangki dan mesin pompa di lokasi yang sudah terbakar, BPBD juga mengerahkan unit reaksi cepat menggunakan sepeda motor.
“Kita ada standby di mobil dan mesin di lokasi kebakaran. Selain itu, ada tiga armada motor yang tetap keliling untuk memastikan situasi aman,” pungkas Hendrawan.
Baca Juga: Cegah Api Membesar, Tim Siaga Karhutla Lakukan Pendinginan Lahan di Kubu Raya
(Mira)
















