Bacaa Juga: Operasi SAR Hari Kedua: Andalkan Modifikasi Cuaca untuk Cari Korban Longsor Cisarua
Kendala Longsor Susulan
Proses evakuasi di lapangan tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Operasi sempat dihentikan sementara pada pukul 10.41 WIB di area worksite A1.
Hal ini dilakukan karena terpantau adanya pergerakan tanah atau longsoran susulan yang membahayakan petugas.
Setelah dilakukan pengamatan udara menggunakan drone UAV untuk memantau mahkota longsor dan situasi dinyatakan aman, operasi pencarian akhirnya dilanjutkan kembali pada pukul 11.10 WIB.
Kerahkan 250 Personel
Operasi SAR ini dipimpin langsung oleh Basarnas dengan melibatkan lebih dari 250 personel gabungan dari TNI, Polri, BNPB, dan BPBD.
Pencarian difokuskan pada dua sektor utama, yakni Sektor Alpha dan Sektor Bravo, dengan metode kombinasi antara alat berat, pencarian manual, serta pemantauan udara.
Selain menelan korban jiwa, bencana korban tanah longsor ini juga menimbun lebih dari 30 unit rumah warga.
Baca Juga: Tim SAR Cari 82 Korban Hilang Akibat Longsor di Desa Pasir Langu
Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 232 warga telah diungsikan ke lokasi aman, seperti GOR dan Aula Desa.
Mengingat kondisi cuaca dan medan yang cukup berat, pencarian dihentikan sementara pada sore hari dan dijadwalkan akan dilanjutkan kembali pada Senin (26/1) pagi.
Pemerintah memastikan lima klaster penanganan darurat, mulai dari SAR, kesehatan, hingga logistik, terus bekerja terkoordinasi untuk menangani dampak bencana ini.
(*Red)















