Lebih parah lagi, kebiasaan ini meningkatkan risiko sindrom metabolik sekelompok kondisi berbahaya yang mencakup tekanan darah tinggi, penumpukan lemak perut, dan kolesterol tinggi.
Studi menunjukkan orang yang makan cepat berisiko dua hingga lima kali lebih tinggi mengalami sindrom ini dibandingkan mereka yang makan perlahan.
3. Lonjakan Gula Darah dan Risiko Diabetes
Makan kilat juga memaksa tubuh bekerja keras dalam memproses glukosa.
Orang yang menghabiskan makanan kurang dari 20 menit memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2.
Hal ini terjadi karena lonjakan gula darah yang tiba-tiba dapat menyebabkan resistensi insulin, kondisi di mana tubuh kesulitan memindahkan gula dari darah ke dalam sel secara efektif.
4. Nutrisi Terbuang Percuma
Pencernaan sejatinya dimulai di mulut, bukan di lambung.
Proses mengunyah berfungsi memecah makanan dan mencampurnya dengan air liur agar nutrisi dapat diserap optimal.
Jika Anda menelan makanan tanpa kunyahan yang cukup, tubuh akan kesulitan menyerap vitamin dan mineral penting.
Selain itu, potongan makanan yang terlalu besar dapat membebani lambung, memicu iritasi (gastritis), kembung, hingga nyeri ulu hati.
Cara Menerapkan Mindful Eating (Makan Berkesadaran)
Untuk menghindari risiko di atas, mulailah melatih diri untuk makan lebih lambat dengan teknik berikut:
- Aturan 20 Menit: Pasang timer atau targetkan waktu makan minimal 20 menit untuk satu porsi.
- Kunyah Lebih Lama: Usahakan mengunyah 15 hingga 30 kali per suapan. Riset menunjukkan mengunyah 40 kali bahkan bisa meningkatkan hormon kenyang (GLP-1) secara signifikan.
- Jauhkan Gadget: Hindari makan sambil menatap layar (HP atau TV) agar Anda bisa fokus pada tekstur dan rasa makanan, serta peka terhadap sinyal kenyang.
- Letakkan Sendok: Biasakan meletakkan alat makan di meja setiap kali selesai menyuap untuk memberikan jeda alami.
Mengubah tempo makan memang butuh pembiasaan, namun dampaknya bagi kesehatan jangka panjang sangatlah besar.
Baca Juga: Ingin Perut Rata? Ini 6 Menu Makan Malam yang Ampuh Bakar Lemak Viseral
(Mira)
















