Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Eskalasi konflik geopolitik di Eropa dan Timur Tengah memicu kekhawatiran global akan pecahnya Perang Dunia III. Di tengah ketidakpastian ini, para pengamat internasional memetakan wilayah-wilayah yang memiliki peluang bertahan hidup paling tinggi.
Media Inggris, Express, merilis analisis mengenai negara dan wilayah yang menawarkan perlindungan terbaik dari dampak katastropik perang nuklir. Analisis ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara maju lainnya berkat posisi strategis politik luar negerinya.
Berikut 12 negara dan wilayah yang para ahli nilai paling aman untuk berlindung:
Baca Juga: Gerbang Negara Dijaga, Karantina Kalbar Amankan Media Pembawa Hewan Berisiko
1. Antartika
Benua beku ini menempati urutan pertama berkat lokasinya yang ekstrem. Meskipun memiliki iklim yang keras, Antartika menawarkan isolasi total dari titik panas konflik global. Perjanjian internasional juga melarang aktivitas militer di kawasan ini, menjadikannya zona bebas perang.
2. Argentina
Negara di Amerika Selatan ini memiliki keunggulan geografis karena jaraknya yang jauh dari target utama nuklir di belahan bumi utara. Argentina juga memiliki ketahanan pangan mandiri berkat produksi gandum yang melimpah dan tahan terhadap gangguan iklim pasca perang.
3. Bhutan
Kerajaan di pegunungan Himalaya ini terkenal dengan sikap netralnya yang kaku sejak bergabung dengan PBB pada 1971. Benteng alam berupa pegunungan tinggi melindungi Bhutan dari invasi darat, menjadikannya salah satu tempat persembunyian paling alami di dunia.
4. Chili
Senada dengan tetangganya, Argentina, Chili memiliki perlindungan alamiah berupa pegunungan Andes dan Samudra Pasifik. Negara ini juga memiliki tingkat pembangunan infrastruktur yang paling maju di Amerika Selatan, mendukung kelangsungan hidup warganya.
5. Fiji
Keterasingan geografis menjadi pertahanan utama Fiji. Negara kepulauan ini terletak ribuan mil dari benua terdekat. Para agresor militer cenderung mengabaikan Fiji karena tidak memiliki nilai strategis untuk penaklukan militer dan hanya memiliki angkatan bersenjata yang kecil.
6. Greenland
Pulau terbesar di dunia milik Denmark ini memiliki populasi yang sangat jarang. Lokasinya yang terpencil dan kondisi alam yang keras membuat Greenland tidak menarik bagi kekuatan militer manapun untuk menjadikannya target serangan.
7. Islandia
Islandia secara konsisten memegang predikat sebagai negara paling damai di dunia menurut Indeks Perdamaian Global. Negara ini memiliki kemandirian energi melalui panas bumi dan sumber daya laut yang melimpah, sehingga mampu bertahan meski rantai pasok global terputus.
8. Indonesia
Indonesia masuk dalam jajaran negara aman karena konsistensi pemerintah menerapkan politik luar negeri bebas aktif. Sebagai pelopor Gerakan Non Blok, Indonesia menolak memihak pada kekuatan besar manapun. Sikap netral ini membuat Indonesia kecil kemungkinannya menjadi target serangan nuklir langsung.
Negara ini menjadi destinasi favorit para miliarder dunia untuk membangun bunker perlindungan. Selandia Baru memiliki lokasi terpencil, pemerintahan yang stabil, dan sumber daya alam mandiri yang mampu menyokong kehidupan tanpa bantuan dunia luar.
10. Afrika Selatan
Afrika Selatan memiliki keunggulan sumber daya mineral dan pangan yang melimpah. Namun, stabilitas politik dalam negeri dan sikap diplomatik pemerintahnya terhadap konflik Rusia dan Ukraina menjadi variabel yang perlu masyarakat waspadai.
Baca Juga: 5 Alasan Mengapa Greenland Jadi Rebutan Dunia
11. Swiss
Swiss telah menjadi simbol netralitas global selama berabad-abad. Pegunungan Alpen yang mengelilingi negara ini berfungsi sebagai benteng alam raksasa. Pemerintah Swiss juga mewajibkan pembangunan bunker nuklir yang mampu menampung seluruh populasinya.
12. Tuvalu
Negara kecil di tengah Pasifik ini menawarkan keamanan karena dunia luar jarang memperhatikannya. Dengan populasi minim dan lokasi terpencil, Tuvalu hampir pasti luput dari radar strategi perang negara-negara adidaya.
(*Sr)













