“Jangan sampai kita berbicara tentang generasi emas, tapi yang kita hasilkan justru generasi yang rapuh secara karakter. Pendidikan harus menyiapkan anak-anak kita menjadi generasi terbaik bagi bangsa,” tegasnya.
Apresiasi Peran Pesantren
Di sisi lain, Bahasan turut membanggakan capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Pontianak yang kini menyentuh angka 82,80.
Menurutnya, angka ini adalah buah kerja kolektif, termasuk kontribusi lembaga pendidikan nonformal seperti pondok pesantren.
Baca Juga: BPBD Pontianak Temukan Botol Bensin, Duga Ada Unsur Sengaja dalam Pembakaran Lahan
Ia secara khusus memuji ketangguhan pesantren yang terbukti mampu bertahan dan menjaga keberlanjutan pendidikan meski di tengah badai pandemi Covid-19 lalu.
“Saat pandemi, banyak sekolah harus berhenti atau sepenuhnya daring. Tapi pesantren tetap bertahan dengan segala keterbatasan. Ini bukti bahwa pesantren punya daya tahan dan peran penting dalam dunia pendidikan,” ungkapnya.
Menutup arahannya, Bahasan menyampaikan visi besarnya agar Pontianak dapat tumbuh menjadi kota yang kuat dalam pendidikan keagamaan, bahkan bercita-cita menjadi kota santri.
Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi pengembangan lembaga pendidikan berbasis karakter.
(fR)
















