Kampus Harus Berani Melawan Mapan
Terkait institusi pendidikan, Rocky mendorong mahasiswa untuk berpikir disruptif. Ia menilai kampus merupakan satu-satunya tempat untuk merayakan perdebatan intelektual dan perlawanan terhadap kemapanan. Kurikulum seharusnya tidak membelenggu kreativitas mahasiswa dalam berinovasi.
“Kampus didesain untuk mengatakan tidak pada establishment. Kampus diarahkan untuk menggeleng pada kekuasaan,” tegas Rocky. Ia menambahkan bahwa nilai sebuah karya ilmiah seperti skripsi atau tesis terletak pada keberanian penulisnya untuk mempertahankan argumen saat dibantah oleh orang lain.
Acara Dies Natalis Universitas OSO ini menegaskan bahwa kebebasan akademik berarti kebebasan untuk membantah pikiran berdasarkan argumen, bukan sekadar sentimen.
Baca Juga: Teknologi Baterai Baru Korea Ancam Tamatkan Mobil Bensin
Pakar Filsafat Rocky Gerung mengkritik tajam perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mengabaikan aspek empati manusia. Dalam diskusi bertajuk Evolusi Regulasi vs Inovasi di Pontianak Convention Center, Kamis (22/1/2026), ia menegaskan bahwa robot tidak akan pernah menyamai kapasitas batin manusia.
(*Sr)
















