Rocky Gerung Sebut Teknologi Tak Punya Qolbu

Rocky Gerung menjadi pembicara diskusi di PCC. (Dok: HO/Faktakalbar.id)
Rocky Gerung menjadi pembicara diskusi di PCC. (Dok: HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pakar Filsafat Rocky Gerung mengkritik tajam perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang mengabaikan aspek empati manusia. Dalam diskusi bertajuk Evolusi Regulasi vs Inovasi di Pontianak Convention Center, Kamis (22/1/2026), ia menegaskan bahwa robot tidak akan pernah menyamai kapasitas batin manusia.

Rocky memaparkan bahwa mesin artifisial bekerja tanpa kepentingan namun berdampak besar pada ekologi. Ia mencontohkan penggunaan energi mesin yang melonjak hingga lima kali lipat hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu atau kuriositas manusia.

Baca Juga: Rocky Gerung Dukung Jambore Karhutla 2025: Kampanye Serius Hijaukan Indonesia

Teknologi saat ini justru mengeksploitasi libido ekonomi dan masyarakat secara luas.

“Kita dipaksa oleh teknologi untuk menggali sebuah budaya kita untuk dijadikan komoditas,” ujar Rocky di hadapan peserta.

Ia melihat teknologi masuk ke dalam kehidupan manusia bukan lagi sebagai kebutuhan, melainkan sebagai kelemahan.

Perbedaan Utama Manusia dan Robot

Dalam sesi tanya jawab, Rocky menjelaskan konsep qolbu sebagai pembeda utama. Menurutnya, meskipun robot mampu memproses data secara masif, mereka tidak memiliki kegelisahan akademis atau nurani.

Robot bekerja berdasarkan kalkulasi reason dan passion, sementara manusia memiliki dimensi spiritual yang lebih dalam.

Ia menekankan bahwa sampai saat ini, para pengembang belum mampu memasukkan fungsi qolbu ke dalam sistem robotik mana pun. Manusia memiliki misteri yang menggetarkan jiwa (mysterium tremendum), sesuatu yang tetap menjadi rahasia dan tidak dimiliki oleh perangkat teknologi.