Mengapa Daun Pandan Identik dengan Ziarah Kubur? Ini Makna Filosofis dan Alasannya

"Pernah bertanya kenapa daun pandan selalu ada saat ziarah kubur? Simak alasan budaya, filosofi penyejuk, hingga tafsir keagamaan di balik tradisi ini."
Pernah bertanya kenapa daun pandan selalu ada saat ziarah kubur? Simak alasan budaya, filosofi penyejuk, hingga tafsir keagamaan di balik tradisi ini. (Dok. Ist)

Ini adalah bentuk doa visual yang disimbolkan melalui tanaman.

3. Tafsir Keagamaan tentang Tumbuhan Basah

Penggunaan tanaman hijau di atas makam juga sering dikaitkan dengan salah satu hadis Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah menancapkan pelepah kurma yang masih basah di atas makam.

Beliau bersabda bahwa selama pelepah itu masih basah (hijau), ia akan bertasbih memuji Allah, dan tasbih tersebut diharapkan dapat meringankan azab penghuni kubur.

Di Indonesia, karena pohon kurma tidak tumbuh subur seperti di Arab, masyarakat mengadopsi pemahaman (qiyas) ini menggunakan tanaman lokal yang mudah didapat, awet, dan harum, yakni daun pandan.

4. Ketersediaan dan Kearifan Lokal

Faktor geografis juga memegang peranan penting.

Indonesia adalah negara tropis di mana pandan tumbuh sangat subur dan mudah ditemukan di pekarangan rumah.

Harganya yang ekonomis dan ketersediaannya yang melimpah menjadikan pandan sebagai pilihan utama masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi untuk tetap bisa melakukan prosesi ziarah dengan khidmat.

Kehadiran daun pandan di pusara bukan sekadar sampah organik penghias makam.

Ia adalah perpaduan antara kearifan lokal, penghormatan kepada leluhur, dan harapan doa agar mereka yang telah berpulang mendapatkan ketenangan di sisi-Nya.

Baca Juga: Refleksi Isra Mi’raj, Kapolres Kayong Utara: Menghadap Tuhan Harus Lebih Siap dari Pimpinan

(Mira)