Korbannya bukan orang sembarangan, melainkan selebritas, badan amal, hingga bank-bank besar.
Reputasi besar dan penampilan necis bukan jaminan integritas. Selalu cek legalitas dan audit keuangan, bahkan pada institusi yang terlihat mapan.
3. The Tinder Swindler (2022)
Film dokumenter Netflix ini sempat viral karena mengangkat modus penipuan modern: Love Scam atau penipuan berkedok asmara.
Simon Leviev, sang pelaku, memanipulasi wanita-wanita yang ia temui di aplikasi kencan dengan berpura-pura menjadi anak miliarder.
Ia membangun kepercayaan emosional, lalu meminjam uang dalam jumlah besar dengan alasan “keadaan darurat” yang dibuat-buat.
Waspadalah jika seseorang yang baru dikenal di dunia maya mulai meminta uang dengan alasan mendesak, seberapa pun kayanya profil yang mereka tampilkan.
4. Catch Me If You Can (2002)
Film klasik yang diperankan Tom Hanks dan Leonardo DiCaprio ini menceritakan kisah nyata Frank Abagnale Jr., seorang penipu ulung yang sukses memalsukan cek senilai jutaan dolar sebelum usianya 19 tahun.
Selain memalsukan cek, ia juga menyamar menjadi pilot, dokter, hingga pengacara.
Kejahatan fraud sering kali berhasil karena pelaku memanfaatkan celah sistem verifikasi dan kepercayaan buta orang lain terhadap seragam atau profesi.
Menonton film-film ini dapat membuka mata kita bahwa penipu bisa datang dalam berbagai wujud mulai dari pialang saham berdasi, kekasih idaman di aplikasi kencan, hingga sosok yang terlihat sangat profesional.
Baca Juga: Nonton Film Saham Jadi Bingung? Ini 5 Istilah Wajib Tahu Biar Nggak Gagal Paham
(Mira)
















