Kecelakaan nahas ini bermula saat pesawat dengan registrasi PK-THT yang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026) pukul 08.08 WIB.
Pesawat tersebut membawa 7 awak dan 3 pegawai KKP untuk misi pengawasan perairan.
Petaka terjadi pukul 12.23 WITA saat pesawat melakukan pendekatan ke Bandara Sultan Hasanuddin.
Air Traffic Control (ATC) mendeteksi pesawat keluar jalur pendaratan sebelum akhirnya hilang kontak (lost contact) dan dinyatakan jatuh.
Puing-puing pesawat kemudian ditemukan hancur di kawasan tebing Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, yang menjadi saksi bisu akhir perjalanan misi negara tersebut.
Baca Juga: Waspada, Rumah Tak Sepenuhnya Aman! Hindari 5 Aktivitas Ini Saat Hujan Petir
(Mira)
















