Merasa ‘Kuat’ Tanpa Nasi Seharian? Waspadai 4 Sinyal Bahaya Ini Meski Perut Tidak Terasa Lapar

"Merasa kuat tidak makan nasi seharian karena tidak lapar? Hati-hati, itu sinyal tubuh sedang stres. Simak 4 bahaya kesehatan yang mengintai di baliknya."
Merasa kuat tidak makan nasi seharian karena tidak lapar? Hati-hati, itu sinyal tubuh sedang stres. Simak 4 bahaya kesehatan yang mengintai di baliknya. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – “Lagi diet,” atau “Tanggung, lagi sibuk banget,” sering menjadi alasan klise untuk melewatkan jam makan, terutama makan nasi.

Anehnya, sering kali tubuh merespons dengan tidak memberikan sinyal lapar, sehingga Anda merasa baik-baik saja untuk melanjutkan aktivitas hingga malam.

Namun, tahukah Anda bahwa hilangnya rasa lapar saat tubuh kekurangan asupan kalori justru bisa menjadi tanda bahaya? Tubuh yang berhenti meminta makan bisa jadi sedang berada dalam mode bertahan hidup atau survival mode yang memicu stres metabolik.

Bagi masyarakat Indonesia yang menjadikan nasi sebagai sumber karbohidrat utama, menghilangkannya secara mendadak tanpa pengganti yang sepadan bisa berdampak serius.

Baca Juga: The Power of Sound: Mengapa Playlist Saat Membuka Mata Bisa Menentukan Nasib Harimu

Berikut adalah 4 bahaya tersembunyi yang mengintai jika Anda nekat tidak makan nasi atau karbohidrat seharian, Jumat (23/1/2026).

1. Hipoglikemia Terselubung (Brain Fog)

Nasi adalah sumber glukosa, bahan bakar utama bagi otak.

Saat Anda tidak makan seharian, kadar gula darah akan anjlok drastis atau disebut hipoglikemia.

Meski perut tidak berbunyi, otak akan mulai “berteriak”.

Gejalanya bukan sakit perut, melainkan sulit berkonsentrasi, pandangan berkunang-kunang saat berdiri, hingga brain fog atau pikiran yang terasa kabur dan lambat.

Anda mungkin merasa fisik kuat, tapi kemampuan kognitif Anda menurun tajam.

2. Tubuh Memakan Otot Sendiri (Katabolisme)

Ini adalah mimpi buruk bagi siapa saja yang ingin memiliki tubuh bugar.

Saat tidak ada asupan karbohidrat (nasi) yang masuk, tubuh akan mencari sumber energi alternatif.

Sayangnya, sebelum membakar lemak, tubuh cenderung memecah jaringan otot untuk diubah menjadi energi.

Kondisi ini disebut katabolisme.