Kabut asap tebal yang menyelimuti kawasan Pontianak dan sekitarnya memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Pontianak mulai banyak menangani pasien dengan keluhan tersebut.
Paparan asap karhutla ini berpotensi menurunkan kualitas udara secara signifikan, sehingga menimbulkan gejala seperti batuk, sesak napas, hingga iritasi tenggorokan.
Sebelumnya, berdasarkan pantauan langsung Faktakalbar di RSUD dr. Soedarso, Neli (15), siswi SMA Negeri 1 Pontianak, tampak tergopoh-gopoh diantar kedua orang tuanya ke UGD.
Iwan, ayah Neli, mengatakan, sejak pembakaean lahan debu dan asapnya mempengaruhi kondisi kesehatan anaknya.
“Anak saya mulai terlihat alergi terhadap debu dan asap dari pembakaran lahan sejak kemarin. Di mana anak saya awalnya mengalami batuk-batuk, namun hari ini kondisinya semakin parah. Kedua matanya membengkak, napasnya tersengal-sengal, dan badannya panas tinggi, sehingga kami segera melarikannya ke rumah sakit,” jelasnya, Rabu (21/1/2026).
Sementara itu, Fadilah (6) juga terlihat dibawa ibunya ke RSUD karena mengalami sesak napas.
“Iya, anak saya tadi pagi bangun tidur kesulitan bernapas. Penyebabnya hidung dan tenggorokannya dipenuhi lendir sehingga menangis terus-menerus,” ujar Fatimah, orang tua Fadilah, Rabu (21/1/2026).
Penanganan pertama yang dilakukan paramedis terhadap Neli adalah pemberian oksigen dan nebulizer, yang bertujuan untuk meredakan peradangan saluran pernapasan di tenggorokan dan hidung.
Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Pontianak, Anak-anak dan Lansia Mulai Terserang ISPA
(Wawan)
















