KRI Prabu Siliwangi-321 Sukses Laksanakan Uji Tembak Perdana Meriam 76 mm

Momen KRI Prabu Siliwangi-321 menembakkan Meriam Sovraponte 76 mm ke arah laut dalam uji coba structural firing. (Dok. HO/Faktakalbar.id)
Momen KRI Prabu Siliwangi-321 menembakkan Meriam Sovraponte 76 mm ke arah laut dalam uji coba structural firing. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, JAKARTA – Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Prabu Siliwangi-321 berhasil melaksanakan penembakan pertama menggunakan Meriam Sovraponte 76 mm.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelayaran uji coba structural firing dalam rangkaian sea going lanjutan yang digelar di perairan Jakarta, Kamis (22/01/2026).

Baca Juga: Uji Performa, KRI Prabu Siliwangi-321 Sukses Jalani Sea Trial Perdana di Italia

Uji coba penembakan ini bertujuan untuk menguji kekuatan struktur kapal serta integrasi sistem senjata secara menyeluruh.

Selain itu, kegiatan ini juga memastikan seluruh aspek mekanis dan elektrikal kapal berfungsi optimal sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Momen penembakan perdana ini menjadi tahapan krusial dalam uji coba kapal perang.

Tim teknis melakukan pengamatan mendalam terhadap getaran, respons struktur, serta stabilitas platform senjata saat meriam dioperasikan.

Hal ini dilakukan guna menjamin keselamatan dan efektivitas operasional kapal di masa mendatang.

Baca Juga: KRI Teluk Ende-517 Gelar Tradisi Mandi Suci bagi Taruna AAL di Selat Makassar

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan prosedur keselamatan ketat, melibatkan personel ahli sesuai fungsinya.

Selain fokus pada structural firing, pelayaran ini juga diisi dengan uji coba peran sekoci.

Latihan ini ditujukan untuk menguji kesiapan sistem penurunan dan pengoperasian sekoci, sekaligus mengasah keterampilan awak kapal dalam menghadapi kondisi darurat di laut.

Melalui rangkaian uji coba yang komprehensif ini, KRI Prabu Siliwangi-321 diharapkan segera siap memasuki tahapan operasional penuh.

Kesiapan armada ini sangat vital untuk mendukung tugas-tugas TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan perairan nasional, sesuai instruksi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali.

(Fr)