Namun, setelah melakukan cek informasi dan detail data dan informasi kontak maupun social media milik perusahaan di berbagai platform, informasi mengenai perusahaan tersebut sama sekali tidak tersedia dan tidak ditemukan. Hal ini memperkuat pernyataan Pasi Intel bahwa subjek yang dikawal memiliki identitas yang tidak jelas.
“Kami sudah mencoba mencari tahu, namun informasi mengenai perusahaan terkait tidak tersedia dan tidak kami temukan. Bahkan, saat kami berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp ke pihak yang diklaim sebagai pemilik.” jelas Aditya lebih lanjut.
Baca Juga: Wakil Gubernur Kalbar Dorong Legalitas Pertambangan Rakyat
Menutup klarifikasinya, pihak Yonkav 12/BC memastikan akan menjaga integritas prajurit dan menindak tegas siapapun yang menyalahgunakan nama institusi.
“Kami pastikan tidak ada anggota kami yang terlibat. Namun, bila di kemudian hari ditemukan ada anggota yang melakukan sebagaimana yang viral di media sosial hari ini, kami akan memberikan sanksi tegas sesuai hukum militer. Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada oknum yang menggunakan atau mencatut nama satuan demi kepentingan aktivitas ilegal,” pungkasnya.
Selain itu tim media Faktakalbar.id juga sedang berupaya menghimpun informasi dan berupaya melakukan konfirmasi kepada Perusahaan terkait keberadaan mobil tangki yang bertulis nama Perusahaan mereka di Lokasi dikenal terdapat aktivitas pertambangan di Ketapang.
(*Red)
















