Hidup Berdampingan dengan Risiko: 5 Bahaya Tersembunyi yang Wajib Diwaspadai Saat Gempa Melanda

"Jangan tunggu bencana datang baru belajar. Kenali 5 bahaya tersembunyi saat gempa bumi melanda, mulai dari reruntuhan perabot hingga risiko gempa susulan."
Jangan tunggu bencana datang baru belajar. Kenali 5 bahaya tersembunyi saat gempa bumi melanda, mulai dari reruntuhan perabot hingga risiko gempa susulan. (Dok. Ist)

3. Jebakan Tangga dan Lift

Ini adalah aturan emas yang sering dilupakan saat panik: Jangan pernah gunakan lift saat gempa.

Sensor gempa pada lift modern mungkin akan menghentikan lift di lantai terdekat, namun risiko listrik mati dan terjebak di dalam sangkar besi sangat tinggi.

Waspadai juga penggunaan tangga darurat.

Saat guncangan hebat, struktur tangga seringkali menjadi bagian yang paling tidak stabil dan bisa terpisah dari bangunan utama.

Jika guncangan sangat kuat, lebih aman merunduk dan berlindung di lantai yang sama daripada memaksakan diri menuruni tangga yang bergoyang.

4. Bahaya Ikutan (Collateral Hazard): Api dan Gas

Gempa bumi sering kali menjadi pemicu bencana sekunder, terutama kebakaran.

Guncangan bisa memutus pipa gas atau menyebabkan korsleting listrik.

Jika Anda sedang memasak, matikan kompor segera jika memungkinkan.

Waspadai bau gas yang menyengat setelah guncangan berhenti. Jangan menyalakan api (korek atau rokok) di dalam ruangan pascagempa sebelum memastikan tidak ada kebocoran gas di sekitar Anda.

5. Tipuan “Aman” Sebelum Gempa Susulan

Banyak korban jatuh karena merasa situasi sudah aman segera setelah guncangan pertama berhenti.

Ingat, gempa besar hampir selalu diikuti oleh gempa susulan (aftershock) yang bisa terjadi dalam hitungan menit, jam, atau hari.

Waspadai struktur bangunan yang sudah retak akibat gempa utama.

Gempa susulan, meskipun magnitudo-nya lebih kecil, cukup kuat untuk meruntuhkan bangunan yang strukturnya sudah melemah.

Jangan terburu-buru masuk kembali ke dalam rumah sebelum ada konfirmasi keamanan dari pihak berwenang.

Baca Juga: Update Kondisi Pasca Gempa Magnitudo 7,1 di Kabupaten Kepulauan Talaud

(Mira)