Banjir dan Cuaca Ekstrem Landa NTB, Banten, hingga Jawa Tengah

Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kondisi terkini per Kamis (221) banjir sudah mulai berangsur surut. Sumber foto BPBD Kabupaten Sumbawa
Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Kondisi terkini per Kamis (221) banjir sudah mulai berangsur surut. Sumber foto: BPBD Kabupaten Sumbawa

Faktakalbar.id, NASIONAL – Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan terkini terkait situasi kebencanaan di tanah air pada pekan ketiga Januari.

Berdasarkan data yang dihimpun sejak Kamis (22/1) hingga Jumat (23/1) pukul 07.00 WIB, tercatat sejumlah kejadian bencana hidrometeorologi melanda beberapa wilayah Indonesia.

Baca Juga: BNPB Rilis Update Penanganan Bencana Hidrometeorologi: Banjir dan Angin Kencang Landa Sejumlah Wilayah

Laporan tersebut mencatat rentetan peristiwa banjir dan cuaca ekstrem yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Banten, hingga Jawa Tengah.

Dampak yang ditimbulkan mulai dari kerusakan rumah, fasilitas umum, hingga adanya korban jiwa.

Banjir Bandang di NTB

Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, kejadian bencana banjir bandang menerjang Kabupaten Sumbawa akibat hujan intensitas tinggi sejak pertengahan Januari.

Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Plampang, Empang, Tarano, dan Buer.

Data BNPB mencatat sebanyak 162 unit rumah rusak dan satu fasilitas pendidikan terdampak. Saat ini, air dilaporkan mulai surut dan tim gabungan bersama warga tengah melakukan pembersihan material sisa banjir.

Masih di NTB, banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Bima pada Kamis (22/1) pagi yang merendam 54 rumah di Desa Labuan Kenanga, Kecamatan Tambora.

Sementara di Kabupaten Lombok Barat, luapan sungai akibat hujan deras merendam 67 rumah di Dusun Presak, Desa Meninting, Kecamatan Batu Layar.

Banten Tetapkan Tanggap Darurat

Sementara itu di Pulau Jawa, banjir di Kabupaten Tangerang, Banten, pada Senin (19/1) mengakibatkan dampak serius.

Banjir yang melanda Desa Kosambi dan Desa Cikande ini menyebabkan 239 rumah terdampak. Dilaporkan terdapat dua orang meninggal dunia dan satu orang luka ringan.

Merespons hal tersebut, Gubernur Banten telah menetapkan status tanggap darurat selama 90 hari, terhitung mulai 19 Desember 2025 hingga 19 Maret 2026.