Faktakalbar.id, PONTIANAK – Ajang olahraga lari berskala internasional, Pontianak City Run 2026, dipastikan akan kembali digelar pada (15/2/2026).
Mengambil titik start dan finish di depan GOR Terpadu Ayani, event ini menargetkan partisipasi sebanyak 8.000 pelari, mulai dari tingkat lokal, nasional, hingga mancanegara.
Baca Juga: Semarak HUT ke-67 Kodam XII/Tpr, Ribuan Pelari Banjiri Tanjungpura City Run 2025
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal, menegaskan bahwa perhelatan ini telah memasuki tahun kedelapan dan menjadi agenda rutin yang dinanti.
Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memeriahkan kegiatan tersebut.
“Kami mengajak seluruh warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, dan masyarakat secara umum untuk hadir dan mengikuti bersama-sama Pontianak City Run 2026, Event ini sudah rutin digelar dan antusiasmenya setiap tahun sangat luar biasa,” ujar Rizal usai kegiatan media gathering, Rabu (21/1/2026).
Dampak Ekonomi dan Wisata
Menurut Rizal, penyelenggaraan Pontianak City Run 2026 memberikan dampak ganda (multiplier effect).
Selain meningkatkan indeks kesehatan masyarakat, kegiatan ini mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi daerah melalui kunjungan wisatawan.
“Banyak orang datang, bersenang-senang, dan menikmati suasana kota. Bahkan meskipun tidak ikut berlari, masyarakat tetap ingin menikmati kemeriahan acara,” katanya.
Ia menekankan pentingnya inovasi dalam setiap penyelenggaraan agar event ini tetap relevan dan menarik minat publik.
“Pontianak City Run harus terus berinovasi agar tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menjadi agenda tetap Kota Pontianak,” pesannya.
Rute dan Kategori Lomba
CEO Sporta Indonesia selaku penyelenggara, Ongky Lesmana, memaparkan teknis pelaksanaan lomba. Panitia membuka kategori jarak mulai dari 5 kilometer (5K), 10 kilometer (10K), 21 kilometer (half marathon), hingga 42 kilometer (full marathon).
Baca Juga: Pemkot Harap Pontianak City Run 2025 Ajang Kenalkan Kota Pontianak ke Kancah Dunia
Rute lari tahun ini dirancang melintasi jalan-jalan protokol utama, seperti Jalan Ahmad Yani, Gajah Mada, Tanjungpura, kawasan Sungai Jawi, Sutomo, hingga Kota Baru, sebelum kembali ke GOR Terpadu Ayani.
















