Pihak sekolah menekankan bahwa momentum perjalanan spiritual Rasulullah ini dijadikan sarana untuk menanamkan nilai kejujuran dan kedisiplinan kepada para siswa.
“Kami berharap peristiwa luar biasa ini menjadi inspirasi bagi siswa untuk memperbaiki perilaku, terutama soal kejujuran dan tanggung jawab dalam proses belajar,” ujar perwakilan sekolah di sela acara.
Dalam forum tersebut, ditekankan pentingnya salat lima waktu sebagai fondasi utama atau tiang agama. Selain itu, kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah atau persaudaraan antara lingkungan pendidikan dengan masyarakat sekitar.
Hadir memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut antara lain Kapolsek Simpang Hilir, perwakilan Camat Simpang Hilir, Ibnu Hajar, serta tokoh masyarakat setempat, Raden Rajimin.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan sinergi positif dalam mengawal pembinaan moral remaja di wilayah Simpang Hilir.
Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustadz Fikri, dengan harapan agar wilayah Simpang Hilir senantiasa diberkahi dan melahirkan generasi penerus yang berintegritas.
Baca Juga: Polres Kayong Utara Perkuat Sinergi Lintas Sektoral Demi Target Swasembada Jagung 2026
(Mira)
















