Buka Sosialisasi KPID, Wali Kota Pontianak Ingatkan Bahaya Konten Tanpa Etika

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat membuka acara Sosialisasi Literasi Media bersama KNPI dan KPID Kalbar di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (21/1).
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, saat membuka acara Sosialisasi Literasi Media bersama KNPI dan KPID Kalbar di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (21/1). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

“Di sinilah pentingnya literasi media. Kita perlu tahu mana yang pantas dibagikan, mana yang sebaiknya ditahan. Tidak semua yang menarik untuk ditonton layak untuk disebarkan,” tegas Edi Rusdi Kamtono.

Peran Pemuda Sebagai Agen Literasi

Sementara itu, Ketua KNPI Pontianak, Zean Novrian, menegaskan bahwa pemuda memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga ruang publik yang sehat.

Baca Juga: AMSI Kalimantan Barat Dilantik, Gubernur Kalbar Harap Peran Media Siber Tangkal Hoaks

Penyiaran dan penyebaran informasi saat ini bukan lagi sekadar persoalan teknis semata.

“Ini bukan hanya soal teknis penyiaran atau media, tetapi menyangkut beban moral dalam menyampaikan informasi yang benar, mendidik, dan tidak memecah belah,” ujar Zean.

Zean mengajak para pemuda untuk tidak hanya menjadi konsumen pasif di tengah banjir informasi, melainkan harus mengambil peran strategis dalam menyaring konten.

“Pemuda harus berperan aktif. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi agen literasi yang mampu menyaring informasi, berpikir kritis, dan tetap menjunjung nilai persatuan,” pungkasnya.

(*Red)