Update Bencana Sumatera: Korban Jiwa 1.200 Orang, BNPB Kebut Pembangunan Huntara Jelang Ramadan

Kemenhut menyerahkan kayu gelondongan sisa bencana untuk membangun hunian sementara (huntara) di Sumatera. Kayu ini dilarang diperjualbelikan. (Dok. Ist)
Kemenhut menyerahkan kayu gelondongan sisa bencana untuk membangun hunian sementara (huntara) di Sumatera. Kayu ini dilarang diperjualbelikan. (Dok. Ist)

Baca Juga: Total Korban Tewas Bencana Sumatera Tembus 442 Jiwa, BNPB Kebut Distribusi Logistik dan Alat Berat

Target Huntara Rampung Sebelum Ramadan

Selain pemenuhan logistik, pemerintah daerah bersama BNPB dan TNI-Polri mengakselerasi pembangunan Hunian Sementara (Huntara). Langkah ini diambil agar warga dapat segera meninggalkan pengungsian, dengan target penyelesaian sebelum datangnya bulan suci Ramadan.

Dari total 50.974 unit rumah yang mengalami rusak berat, sebanyak 27.946 unit telah diajukan untuk pembangunan Huntara.

“Hingga 20 Januari 2026, sebanyak 6.646 unit huntara masih dalam proses pembangunan, sementara 1.286 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni,” bunyi data BNPB.

Pemerintah juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) sebagai solusi transisi. Bantuan DTH telah disalurkan kepada 2.929 kepala keluarga dari total 18.953 pengajuan yang masuk.

Operasi Modifikasi Cuaca

Sebagai langkah mitigasi jangka pendek untuk mencegah bencana hidrometeorologi susulan, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus digencarkan. Teknologi ini diterapkan untuk mengendalikan intensitas curah hujan di wilayah rawan.

Hingga 20 Januari 2026, OMC di wilayah Aceh telah menghabiskan 484.600 kilogram bahan semai melalui 507 sorti penerbangan. Sementara di Sumatra Utara dan Sumatra Barat, ratusan ton bahan semai juga telah ditebar untuk mengurangi potensi cuaca ekstrem.

BNPB menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga relawan, guna memastikan pemulihan infrastruktur dan kehidupan masyarakat Sumatra kembali normal secara bertahap.

(*Red)