Terdeteksi 20 Titik Api Sejak Awal Tahun, Kubu Raya Tetapkan Status Waspada Karhutla

Barisan personel gabungan TNI, Polri, dan Relawan saat mengikuti instruksi dalam Apel Siaga menghadapi ancaman Karhutla di Kabupaten Kubu Raya, Selasa (20/1).
Barisan personel gabungan TNI, Polri, dan Relawan saat mengikuti instruksi dalam Apel Siaga menghadapi ancaman Karhutla di Kabupaten Kubu Raya, Selasa (20/1). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Di hadapan peserta apel yang terdiri dari personel TNI, Polri, Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar Kompol Jon Rubi Sugianto, hingga relawan swasta, Sujiwo mengingatkan bahwa Kubu Raya memiliki karakteristik lahan gambut yang sangat rentan terbakar, terutama saat memasuki musim kemarau.

“Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu daerah di Kalimantan Barat yang rawan Karhutla. Karena itu, seluruh elemen dan stakeholder harus selalu siaga dan tidak boleh lengah,” ujar Sujiwo.

Untuk mencegah ancaman kebakaran hutan meluas, Pemkab Kubu Raya telah mengaktifkan berbagai langkah mitigasi.

Strategi yang diterapkan meliputi patroli rutin ke desa-desa rawan api serta pemadaman langsung (water bombing maupun darat) begitu titik api terdeteksi.

Baca Juga: Hanya Berjarak 70 Meter dari Rumah Warga, Kebakaran Lahan di Desa Kuala Dua Berhasil Dijinakkan

Apel siaga yang dihadiri juga oleh Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf. Robbi Firdaus dan Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika ini menjadi momentum penyatuan persepsi.

Sujiwo menegaskan bahwa perlindungan terhadap aktivitas masyarakat, kesehatan, dan lingkungan adalah prioritas mutlak.

“Melalui apel ini, kami menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan agar terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang selama ini telah terbangun dengan baik,” tutupnya.

(*Red)