“Peluang terbesar Bank Indonesia masih menahan BI Rate di 4,75% karena tekanan nilai tukar rupiah belum mereda,” jelas Josua.
BPS Catat Kenaikan Inflasi
Selain faktor eksternal, BI juga menghadapi tantangan inflasi dari dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Desember 2025 mencapai 0,64% secara bulanan dan 2,92% secara tahunan (year-on-year).
Angka inflasi ini melampaui catatan tahun sebelumnya. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memicu kenaikan harga tersebut. BI tentu akan memastikan kebijakan moneternya tidak mendorong lonjakan harga lebih lanjut di masyarakat.
Pasar menilai keputusan menahan suku bunga menjadi opsi paling aman bagi BI saat ini di tengah tekanan rupiah dan inflasi yang menghangat.
(*Sari)
















