Baca Juga: Hanya Berjarak 70 Meter dari Rumah Warga, Kebakaran Lahan di Desa Kuala Dua Berhasil Dijinakkan
Respons Cepat Kepolisian
Kapolres Melawi, AKBP Harris Batara Simbolon, menegaskan bahwa kegiatan ground check hotspot dan verifikasi lapangan adalah prosedur standar yang sangat krusial dalam mitigasi bencana asap.
Respons cepat diperlukan agar api kecil tidak membesar dan merugikan masyarakat luas.
“Kami menindaklanjuti setiap informasi hotspot dengan cepat untuk memastikan kondisi di lapangan. Tujuannya agar api benar-benar padam dan tidak meluas ke lahan atau pemukiman di sekitarnya,” tegas AKBP Harris Batara Simbolon.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi yang solid antara Polri, BPBD, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.
Apresiasi BPBD Melawi
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Melawi, Dr. Daniel, turut memberikan apresiasi atas respons cepat jajaran Polsek Nanga Pinoh yang langsung turun ke lapangan begitu mendapatkan data titik panas.
“Pemadaman dini sangat efektif mencegah kebakaran yang lebih besar. BPBD akan terus bersinergi dengan TNI-Polri dan pemerintah desa untuk melakukan pemantauan dan penanganan karhutla,” ujarnya.
Dengan pelaksanaan verifikasi dan pemadaman ini, diharapkan potensi kerusakan lingkungan akibat kebakaran lahan di Kabupaten Melawi dapat ditekan seminimal mungkin.
(Natash)
















