Jejak AS dan Toko Emas NM dalam Dugaan Peredaran Hasil PETI Sintang

Ilustrasi - Jaringan emas PETI di Sintang libatkan pengusaha AS dan Toko NM. (Dok. Faktakalbar.id)
Ilustrasi - Jaringan emas PETI di Sintang libatkan pengusaha AS dan Toko NM. (Dok. Faktakalbar.id)

Fakta Kalbar telah berupaya mengonfirmasi AS terkait informasi tersebut dengan mengirimkan pesan konfirmasi pada Senin (19/1).

Namun hingga berita ini diterbitkan, pesan tersebut belum mendapat tanggapan, meski telah terkirim.

Dugaan adanya jaringan besar di balik praktik PETI di Kalimantan Barat sebelumnya juga disinggung oleh Kapolda Kalbar Irjen Pol Pipit Rismanto.

Dalam konferensi pers akhir tahun di Mapolda Kalimantan Barat, Rabu (31/12/2025), Pipit menegaskan bahwa praktik PETI tidak bisa dilihat semata sebagai persoalan ekonomi.

“Bohong kalau soal perut. Orang melakukan penambangan itu adalah orang-orang kaya. Mengirim peralatan semua pakai ekskavator, menggerakkan ekskavator. Jadi saya tidak percaya dengan kata-kata orang,” ujar Pipit.

Ia juga menegaskan bahwa penggunaan peralatan berat dalam aktivitas penambangan ilegal menunjukkan motif keserakahan.

“Kalau orang yang menambang dengan peralatan besar, tapi ngakunya miskin, itu adalah serakah, dia nggak puas,” katanya.

Hingga kini, kepolisian menyatakan terus melakukan penindakan terhadap praktik PETI di Kalimantan Barat serta menelusuri kemungkinan adanya aktor-aktor besar di balik aktivitas penambangan tanpa izin tersebut.

Baca Juga: Air Sungai Payak Tercemar Parah Diduga Limbah PETI, Warga Sintang Tak Bisa Mandi

(Barnes)