Di Indonesia, khususnya varian Tebu Hitam (Saccharum officinarum L), sering digunakan sebagai obat herbal.
Berbeda dengan tebu hijau biasa, tebu hitam dipercaya memiliki kadar gula yang lebih ramah dan sering direbus akarnya untuk meredakan batuk, mengatasi masuk angin, hingga membantu menstabilkan suhu tubuh saat demam.
4. Ampas Tebu: Dari Sampah Jadi Berkah
Di Pontianak, limbah ampas tebu seringkali menumpuk di tempat sampah para penjual es.
Namun, inovasi anak muda Kalimantan Barat mulai mengubah ini.
Beberapa riset dari kampus lokal seperti Universitas PGRI Pontianak dan program sekolah di SMAS Islam Bawari pernah mengangkat potensi ampas tebu (bagasse) untuk diolah menjadi pupuk kompos organik.
Di level industri global, serat ampas tebu kini sedang naik daun sebagai bahan kemasan ramah lingkungan (biodegradable packaging) pengganti styrofoam.
Seratnya yang kuat namun mudah terurai tanah menjadikannya solusi masa depan untuk mengurangi sampah plastik.
5. Energi Instan Tanpa “Crash“
Berbeda dengan minuman berenergi kemasan yang penuh pemanis buatan, gula alami pada tebu (sukrosa, fruktosa, dan glukosa) memberikan energi instan namun tetap mengandung serat.
Ini mencegah lonjakan gula darah drastis yang biasanya bikin tubuh cepat lemas kembali (sugar crash), asalkan dikonsumsi dalam batas wajar bagi non-diabetesi.
Jadi, lain kali Anda menyeruput es tebu di pinggiran kota Pontianak, ingatlah bahwa Anda sedang menikmati minuman super yang manfaatnya jauh melampaui rasa manisnya saja.
Baca Juga: Jangan Hanya Lihat Durinya, Ini 5 Manfaat Ajaib Durian bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui
(Mira)
















