Faktakalbar.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terkini terkait rentetan kejadian bencana yang melanda beberapa wilayah di Indonesia.
Berdasarkan pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB periode 20 hingga 21 Januari 2026 pukul 07.00 WIB, fenomena bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan angin kencang masih mendominasi laporan kebencanaan di tanah air.
Baca Juga: BNPB Rilis Data Bencana 19-20 Januari: Banjir Karawang hingga Longsor Ponorogo
Laporan tersebut merangkum dampak signifikan yang terjadi di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Barat.
Banjir Akibat Tanggul Jebol di Bekasi
Di Jawa Barat, banjir kembali menerjang wilayah Kabupaten Bekasi, tepatnya di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, pada Selasa (20/1). Banjir ini dipicu oleh kerusakan infrastruktur penahan air.
“Banjir disebabkan tanggul penahan air Kali Citarum jebol sepanjang 8 meter. Sedikitnya 553 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat luapan air yang memasuki pemukiman warga,” tulis laporan BPBD Kabupaten Bekasi.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai warga yang mengungsi, namun petugas terus melakukan pendataan dan distribusi logistik di lokasi.
Sementara itu, di Kota Cimahi, banjir sempat merendam dua kelurahan pada Minggu (18/1), namun dilaporkan telah surut sepenuhnya pada Selasa (20/1).
Ribuan KK Terdampak di Pasuruan
Kondisi cukup parah dilaporkan terjadi di Jawa Timur. Banjir merendam 17 desa yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Pasuruan sejak Selasa (20/1) siang.
















