Penanganan Lamban, Keluarga Korban Pemerkosaan Ancam Cabut Laporan di Polda Kalbar

Ilustrasi - Keluarga korban dugaan pemerkosaan anak di Pontianak kecewa penanganan lamban Polda Kalbar. Terduga pelaku belum ditahan meski korban hamil 8 bulan, keluarga ancam cabut laporan.
Ilustrasi - Keluarga korban dugaan pemerkosaan anak di Pontianak kecewa penanganan lamban Polda Kalbar. Terduga pelaku belum ditahan meski korban hamil 8 bulan, keluarga ancam cabut laporan. (Dok. Ist)

“Jika tidak ada tindakan tegas dan kasus ini terus berjalan di tempat, kami akan mencabut laporan dan membuat laporan baru ke Polresta Pontianak,” tegas RD.

Keluarga Lihat Terdua Pelaku Masih Bekerja

Senada dengan sang ayah, nenek korban, RH, mengungkapkan keheranannya karena melihat kedua terduga pelaku masih beraktivitas normal.

“Sampai sekarang pelaku P yang katanya sakit masih bekerja seperti orang sehat. Katanya sakit, tapi masih bisa parkir. Anaknya juga, R, masih bekerja. Kenapa mereka tidak ditahan?” ujarnya.

Kekecewaan keluarga bertambah ketika mendapat informasi bahwa penahanan baru akan dilakukan setelah menunggu hasil tes DNA pasca-korban melahirkan.

RH menilai prosedur ini tidak relevan dengan urgensi tindak pidana yang terjadi.

“Kami diberi tahu harus menunggu korban melahirkan untuk tes DNA. Itu menurut kami tidak adil, karena tes DNA hanya untuk mengetahui ayah biologis, bukan untuk membuktikan adanya tindak rudapaksa (pemerkosaan),” katanya.

Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat bekerja profesional dan berkeadilan tanpa memandang status sosial ekonomi pelapor.

“Jangan sampai pelaku bebas hanya karena kami orang tidak mampu. Kami hanya memperjuangkan keadilan untuk cucu saya yang sedang hamil tua akibat perbuatan mereka,” pungkas RH.

Saat dikonfirmasi mengenai keluhan keluarga korban, Kasubdit I (Perempuan dan Kelompok Rentan Lainnya) Ditreskrimum Polda Kalbar, Kompol Andi Tenriangka, enggan memberikan komentar detail.

“Waalaikumsalam, silakan sesuai prosedur. Humas Polda yang berhak memberikan keterangan. Mohon maaf, terima kasih,” ujarnya singkat.

Baca Juga: Korban Ditemukan Penuh Lumpur, Polisi Ringkus Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Sekadau

(Reni)