Menelusuri Jejak Kolonial: 4 Bangunan Peninggalan Belanda di Pontianak yang Masih Kokoh dan Estetik

"Pontianak menyimpan jejak sejarah kolonial yang estetik. Simak 4 bangunan peninggalan Belanda di Pontianak yang masih kokoh, mulai dari Kantor Pos hingga kawasan Jalan Urip."
Pontianak menyimpan jejak sejarah kolonial yang estetik. Simak 4 bangunan peninggalan Belanda di Pontianak yang masih kokoh, mulai dari Kantor Pos hingga kawasan Jalan Urip. (Dok. Ist)

3. Kawasan Jalan Jenderal Urip dan Teuku Umar

Jika kamu ingin merasakan suasana “Pontianak Tempo Dulu”, cobalah berjalan-jalan di kawasan Jalan Jenderal Urip Sumoharjo dan Teuku Umar.

Di sini, terdapat deretan bangunan tua yang dulunya merupakan kawasan sekolah (seperti bekas Hollandsch-Inlandsche School) dan asrama militer.

Arsitektur bangunan di kawasan ini sangat khas dengan atap limas yang tinggi dan halaman yang asri.

Beberapa gedung sekolah tua di sini pun telah ditetapkan sebagai cagar budaya karena nilai sejarahnya yang tinggi dalam dunia pendidikan di Kalimantan Barat.

4. Gereja Katedral Santo Yosef (Arsitektur Lama)

Meskipun Gereja Katedral Pontianak saat ini adalah bangunan baru yang sangat megah, sejarah tapak gereja ini tidak bisa dilepaskan dari misi penyebaran agama Katolik di era kolonial.

Gereja Santo Yosef yang asli dibangun dengan gaya arsitektur Eropa klasik sebelum akhirnya direnovasi total.

Namun, semangat dan nilai sejarah di kawasan ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi sejarah Pontianak.

Mengunjungi tempat-tempat ini bukan hanya soal berfoto ria, tetapi juga merawat ingatan kolektif kita tentang sejarah kota.

Jadi, akhir pekan nanti sudah siap berwisata sejarah?

Baca Juga: Simbol Melawan Lupa: Mengenal Sejarah dan Makna di Balik Aksi Kamisan

(Mira)